Kenali Dampak Negatif Workaholic dan Cara Mengatasinya, Simak

Kenali Dampak Negatif Workaholic dan Cara Mengatasinya, Simak

SANTRI DEVELOPER Workaholic atau kecanduan bekerja merupakan kondisi seseorang yang menempatkan pekerjaan secara berlebihan, sehingga mengabaikan aspek kehidupan lainnya.

Biasanya penyebab dari kondisi ini, yaitu adanya faktor finansial atau berambisi dalam mengejar karir, ingin melupakan hal-hal yang membuat kurang nyaman, hingga tuntutan dari atasan.

Workaholic bukanlah merupakan kondisi yang bisa disepelekan. Kondisi Ini bisa memiliki dampak negatif yang serius baik secara fisik, mental, dan hubungan sosial dengan seseorang.

Untuk itu, penting bagi setiap individu agar mengetahui dampak negatif workaholic dan cara mengatasinya, agar tidak terjebak pada kondisi ini.

Dampak Negatif Workaholic

Seorang yang pekerja keras dan berdedikasi tinggi dalam suatu pekerjaan memang adalah hal yang baik serta positif.

Namun, apabila menyebabkan kecanduan dalam bekerja atau workaholic, hal ini juga berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mengutip dari detik.com, berikut beberapa dampak negatif workaholic:

1. Berdampak Negatif pada Kesehatan Mental

Umumnya waktu kerja yang normal adalah sekitar delapan jam. Seorang workaholic mampu bekerja dari bangun tidur hingga mau tidur, bahkan tidak tidur semalaman.

Akibatnya, seorang workaholic bisa berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental seperti gangguan tidur, depresi, dan kecemasan berlebihan.

Hal ini bisa terjadi karena seorang workaholic bekerja secara terus-menerus, sehingga menyita waktu dan energi untuk melakukan hal-hal menyenangkan lainnya.

2. Mengganggu Kehidupan Pribadi

Seorang workaholic mendedikasikan setiap waktunya hanya untuk pekerjaan. Sehingga kerap kali mengorbankan waktu luangnya yang seharusnya bisa dihabiskan bersama keluarga dan teman-teman.

Hal ini bisa memicu konflik dalam hubungan pribadi dan perasaan terisolasi dari orang-orang yang dicintai.

3. Risiko Kesehatan Fisik

Bekerja terlalu keras akan membuat seseorang lupa makan, minum atau baru akan memesan makanan saat waktu makan sudah lewat.

Biasanya seorang workaholic memesan makanan cepat saji, serta mengonsumsi minuman seperti kopi atau minuman lainnya dengan gula yang tinggi.

Dari sinilah masalah kesehatan bermunculan seperti asam lambung, diabetes, obesitas dan masih banyak lagi.

|| BACA JUGA : dampaknegatiflingkungankerjatoxic

Cara Mengatasinya

Setelah mengetahui dampak negatifnya, perlu juga untuk mengetahui cara mengatasinya. Mengutip dari detik.com dan glints.com, berikut beberapa cara mengatasi kebiasaan workaholic:

1. Ambil Cuti

Ambilah waktu cuti secukupnya dan jauhkan diri dari pekerjaan. Pastikan tidak ada urusan kantor atau pekerjaan yang mengganggu.

Luangkan waktu dan gunakan uang yang dimiliki untuk membahagiakan diri, melakukan pijat relaksasi, atau ataupun yang bisa membuat diri sendiri merasa lebih rileks dan serasa hidup kembali.

2. Prioritaskan Kesehatan Fisik dan Mental

Jangan lupa gunakan waktu libur bekerja untuk merawat diri sendiri dengan mengutamakan kesehatan fisik dan mental.

Lakukan olahraga secara teratur, tidur yang cukup dan praktik relaksasi seperti meditasi atau yoga, untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

3. Tetapkan Batas Waktu Kerja dan Prioritas yang Jelas

Tetapkan batas waktu kerja yang jelas dapat membantu membatasi jumlah yang dihabiskan untuk bekerja, dan menciptakan batas antara kehidupan pribadi dan profesional.

Selain itu, jangan lupa untuk membuat daftar tugas atau kegiatan yang paling prioritas dan mendesak. Hindari pekerjaan yang kurang penting, atau tidak mendesak yang dapat menghabiskan waktu tanpa hasil yang signifikan.

4. Ambil Terapi

Langkah terakhir dalam mengatasi workaholic adalah mengambil terapi. Cobalah untuk periksa ke psikolog, jika keadaan sudah cukup parah, maka bisa merujuk ke psikiater.

Hal ini menjadi langkah terakhir yang tepat karena akan bermanfaat pada pemulihan kesehatan mental dan mengatasi kecanduan serta masalah yang mendasarinya.

Penutup

Itulah dampak negatif workaholic dan cara mengatasinya. Apabila sudah terjebak atau mengalami tanda-tanda workaholic, sebaiknya segera diatasi sebelum merambat pada gangguan mental atau fisik lainnya. Semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam
Oleh Nurkamala Dewi

Share Artikel :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *