Sering Lupa, Ini dia 6 Penyebab dan Pencegahannya

Lupa adalah hal yang lumrah, namun lain cerita jika lupa terjadi terlalu sering. Cari tau faktor dan pencegahannya disini

SANTRI DEVELOPER – Lupa adalah hal yang umum bagi manusia. Mengutip dari wikipedia.org, lupa adalah hilangnya kemampuan untuk mengungkapkan kembali informasi yang telah kita terima atau kita pelajari.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan lupa, salah satunya jika seseorang mengalami stress. Tak hanya itu, faktor usia juga bisa menjadi penyebab terjadinya lupa.

Pengertian Lupa

Secara sederhana, lupa adalah ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dialami. Dari balita hingga lansia, semua kalangan bisa mengalaminya.

Lupa bukanlah hal serius yang harus mendapat penanganan Dokter. Melainkan jika lupa terjadi terlalu sering hingga dirasa tidak wajar, sebaiknya untuk berkonsultasi pada dokter untuk diagnosa lebih jelasnya.

Faktor Penyebab Lupa

Karena lupa adalah hal yang lumrah, tentu hal tersebut tidak membahayakan. Namun, lain cerita jika terjadi terlalu sering hingga terasa melampaui batas normal pada umumnya.

Selain faktor usia dan juga stress, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami lupa. Melansir dari hellosehat.com, berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab lupa:

1. Stress Kecemasan

Stress merupakan salah satu penyebab lupa yang menyebabkan gangguan pada otak. Sehingga otak sulit menyimpan ingatan jangka pendek.

Kemampuan mengingat terganggu karena tekanan berat yang membuat gangguan pada otak. Stress yang terjadi secara terus menerus juga dapat menyebabkan lupa ingatan jangka panjang.

2. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat merusak sel-sel dan jaringan otak, sehingga sulit diperbaiki. Selain itu, kurang tidur juga dapat merubah mood hingga menimbulkan kecemasan.

Hal lainnya yang terjadi setelah dilanda cemas adalah hilangnya konsentrasi, sehingga orang mudah lupa. Hal tersebut yang menyebabkan gangguan pada otak.

3. Pola Makan yang Buruk

Meski masih belum diketahui pasti asupan lemak jenuh dapat mempengaruhi daya ingat. Hubungan antara keduanya mungkin dimediasi oleh gen apolipoprotein E (APOE). 

Selain menghindari pola makan yang buruk, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat membantu daya ingat. Contohnya: buah strawberry dan blackberry, kacang-kacangan, sayur-sayuran, biji-bijian, ikan, dan juga telur.

4. Kebiasaan Mengkonsumsi Alkohol yang Berlebihan

Melansir dari klikdokter.com, alkohol dapat mengakibatkan kehilangan ingatan jangka pendek ataupun jangka panjang. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol untuk melupakan masalah yang melanda sangatlah tidak tepat.

Mengkonsumsi alkohol dapat mengganggu fungsi hipokampus, bagian otak yang bertanggung jawab untuk membentuk memori. Peran hipokampus dalam otak yaitu membentuk dan memelihara ingatan.

5. Gangguan Kognitif Ringan

Gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI) adalah penurunan fungsi kognitif (kemampuan mengingat dan berpikir). Kondisi ini tidak tergolong parah, sehingga penderitanya masih bisa menjalani hari-hari dengan normal.

Meski demikian, hal ini bisa meningkatkan resiko demensia dan penyakit alzheimer pada masa mendatang. 

6. Demensia dan Penyakit Alzheimer 

Melansir dari alodokter.com, penyakit alzheimer adalah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat. Penyakit ini menyebabkan menurunnya daya ingat dan juga menurunnya kemampuan berpikir serta berbicara.

Pada umumnya, penyakit ini dialami oleh orang yang telah lanjut usia. Namun, tidak menutup kemungkinan orang yang masih berusia muda juga bisa mengidap penyakit ini.

BACA JUGA : Hindari, Inilah 5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Otak Cepat Tua

Solusi Menghindari dan Mencegah Sering Lupa

Meski lupa adalah hal yang wajar terjadi pada siapa saja. Ada juga cara untuk menghindari dan mencegah terjadinya lupa. Berikut beberapa hal untuk menghindari atau mencegah terjadinya lupa:

  1. Membuat otak tetap aktif dengan melakukan suatu aktivitas.
  2. Mengontrol stress dengan menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
  3. Mencatat hal-hal penting. Bisa menuliskannya pada kalender, membuat jadwal atau menulis journaling.
  4. Membiasakan diri melakukan hal-hal kecil dengan meletakkan barang yang sering hilang sesuai tempatnya.
  5. Melakukan olahraga rutin yang dapat meningkatkan kadar oksigen ke otak, dan mengurangi risiko masalah kesehatan.
  6. Menjaga pola makan yang baik dan mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan daya ingat. Termasuk juga menghentikan kebiasaan merokok, alkohol, dan konsumsi obat-obatan terlarang.
  7. Memastikan istirahat yang cukup, paling tidak tujuh sampai sembilan jam per hari. 

Penutup

Lupa adalah hal yang wajar, namun alangkah baiknya jika mengantisipasi kemungkinan terburuk. Tanpa sadar penyebab dan solusi lupa adalah hal-hal yang bisa dibilang sepele dalam sehari-hari.

Itu dia penyebab dan pencegahan lupa. Kesadaran akan pentingnya menerapkan kebiasaan baik di kehidupan sehari-hari. Dapat mencegah resiko terburuk dari lupa yaitu alzheimer. 

Wallahu a’lam
Oleh Mila Aprilian

Share Artikel :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *