Bongkar Tips Disiplin Ala Maudy Ayunda

Siapa yang tak kenal dengan Maudy Ayunda, aktris Indonesia yang memiliki segudang prestasi ini. Yuk bongkar tips disiplin ala Maudy Ayunda.

SANTRI DEVELOPER Punya ambisi, tapi sulit memulai dan membangun kebiasaan. Mari bongkar tips disiplin ala Maudy Ayunda. Maudy Ayunda ada seorang yang terkenal akan segudang prestasinya.

Tak hanya sebagai aktris, ia juga menulis lagu dan menjunjung tinggi pendidikan. Melansir dari wikipedia.com, Maudy Ayunda menempuh pendidikan S1 nya di Universitas Oxford, Inggris.

Kemudian melanjutkan S2 nya di Universitas Stanford dengan gelar ganda yaitu M.B.A dan M.A. Sejak kecil, Maudy memiliki hobi membaca.

Saat ini ia menjadikan YouTube untuk membagikan ilmunya melalui berbagai buku. Nama channel Youtubenya yaitu @Maudy Ayunda, telah memiliki hampir satu juta subscriber.

Dalam channel Youtubenya, ia gemar membagikan ilmu yang ia dapatkan dari berbagai buku yang telah dibacanya. Salah satunya dalam video berjudul ‘Tips Disiplin Membangun Kebiasaan’ ini.

Tips Disiplin Ala Maudy Ayunda

Maudy memberikan beberapa poin penting dalam videonya, di antaranya yaitu:

1. Lupakan Goals, Mulai Bangun Sistem

Dalam chapter pertamanya, Maudy mengatakan bahwa goals (tujuan) dan sistem adalah dua hal berbeda. Tujuan fokus pada sistem karena sistem adalah mesin penggerak yang membawa kita pada ke tempat tujuan.

Hanya bermodal goals, tanpa sistem dirasa kurang efektif. Hal itu ibarat tau kemana tujuannya, tapi tak tau harus bagaimana agar bisa sampai di sana.

2. Cara-Cara Jitu Membangun Kebiasaan

Di sini Maudy membagi tips disiplinnya menjadi empat poin penting, yaitu:

A. Make It Obvious

Maksud dari make it obvious adalah menampakkan objek yang akan dimulai atau kerjakan. Contohnya yaitu ketika seseorang ingin mulai untuk belajar bermain gitar.

Hendaknya orang itu mengeluarkan gitarnya dari lemari sehingga mata dapat melihat objek dan otak seketika ingat. Begitu pula ketika hendak melakukan sesuatu yang lain, persiapkan semuanya terlebih dahulu.

Kemudian ketika waktunya tiba, mata yang melihat akan mengingatkan otak untuk segera mulai bekerja.

B. Make It Attractive

Buat hal yang ingin dilakukan menjadi menarik atau menyenangkan. Otak akan lebih mudah terpancing akan sesuatu yang menarik.

Contohnya, jika seseorang gemar mendengarkan podcast dan berniat untuk mulai melakukan treadmill. Coba mulai treadmill sembari mendengarkan podcast yang disukai.

Dengan begitu otak tidak akan merasa overwhelmed karena otak memproduksi dopamin ketika merasa senang. Teknik ini bernama temptation bundling, yaitu menggabung godaan dan hal yang harus dilakukan.

C. Make It Easy

Semua orang akan lebih senang untuk melakukan sesuatu yang lebih mudah. Hal sepele bisa terasa berat karena mindset.

Misal, seseorang ingin mengubah kebiasaan scrolling TikTok sepulang kerja karena membuatnya lupa waktu. Cukup mulai dengan menonaktifkan aplikasi yang menggangu melalui fitur fokus pada ponsel.

Atau ingin mengubah kebiasaan scrolling untuk belajar karena ujian sebentar lagi. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah mindset ‘harus belajar’, menjadi ‘ayo membuka buku’.

Perlahan otak akan bergerak dengan sendirinya untuk belajar.

D. Make It Satisfying

Beri reward pada diri sendiri setelah melakukan sesuatu. Karena kepuasan membuat suatu kebiasaan kecil menjadi bertahan dalam waktu jangka panjang.

Contohnya, tonton drama terbaru setelah melakukan jogging selama tiga puluh menit. Perlahan jogging yang terasa berat akan terasa menyenangkan karena adanya reward.

Lacak Kebiasaan

Coba untuk menuliskan atau mencatat progress yang telah dijalani. Hal ini bertujuan agar seseorang bisa mengetahui seberapa jauh ia telah berkembang.

Hal yang bisa dilakukan yaitu dengan membuat daily habits ataupun menandai kalender.

|| BACA JUGA: 7 Cara Meningkatkan Fokus saat Bekerja, Nomor 3 Paling Efektif

Kesimpulan

Itu dia tips disiplin ala Maudy Ayunda. Namun, ia juga menekankan untuk menyesuaikannya dengan realita kehidupan masing-masing.

Tak semua orang memilki waktu luang di jam yang sama, atau kegemaran yang sama. Sehingga penting untuk tetap menyesuaikannya dengan kehidupan pribadi masing-masing. Semoga informasi ini bermanfaat.

Wallahu A’lam
Oleh Mila Aprilian Dita

Share Artikel :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *